Kamis, 28 Juli 2011

Jalan – Jalan Ke Negeri Tirai Bambu

Diposting oleh Cho hyun na di 17.25

Jalan – Jalan Ke Negeri Tirai Bambu

Kali ini, aku akan memposting tempat-tempat wisata yang wajib dikunjungi bila berkunjung ke China.
Tempat-tempat wisata di China dan Sekitarnya : J

1.     Keindahan Danau Bulan Sabit


Jendral Li Guang yang sakti mandraguna mencabut pedangnya dan menghujamkan ke dalam pasir. Seketika, muncul air yang begitu jernih dan terus mengalir hingga kini. Mata air itu menjadi sebuah telaga atau danau kecil berbentuk bulan sabit. Orang barat biasa menyebutnya Crescent Moon Lake atau Danau Bulan Sabit.

Sedangkan orang China menyebutnya Yue Ya Quan. Hebatnya lagi, Danau itu tak pernah kering. Bahkan di musim terpanas sekalipun. Letaknya yang berada di tengah lautan pasir, membuat keberadaanya begitu mempesona. Yue Ya Quan menjadi tempat yang paling sering dikunjungi wisatawan di Provinsi Gansu.
Yue Ya Quan berada kurang lebih 7 kilometer sebelah selatan Kota Dunhuang yang masuk dalam wilayah provinsi Gansu. Dunhuang pada zaman kuno adalah kota penting di Jalan Sutra yang ramai, kebudayaan Timur dan Barat berbentur di sini. Kota ini sangat ramai dengan kedatangan kafilah dan saudagar.
Yue Ya Quan dulunya oleh penduduk setempat dinamakan Sumur Padang Pasir. Tempat ini begitu misterius dan memiliki keindahan yang tiada banding. Kabarnya 2000 tahun lalu, seorang raja dari Dinasti Han pernah menemukan seekor kuda sakti dan           tangguh         di         mata   air       ini.
Panjang danau dari sisi utara ke selatan kurang lebih 100 meter. Sementara dari sisi timur ke barat, lebarnya mencapai 25 meter. Bagian timur danau kedalaman air mencapai 5 meter. Sedangkan di bagian barat jauh lebih dangkal.

Keistimewan mata air ini adalah letaknya yang dikelilingi gundukan gurun pasir dengan tinggi puluhan meter. Hingga ketika angin berhembus pasir bertebangan keberbagai penjuru. Anehnya, pasir itu tak pernah jatuh kedalam kolam. Yang lebih aneh lagi, sejak ribuan tahun lalu tak pernah sekalipun air danau ini kering. Padahal kondisi di gurun yang bernama Minsha itu sangat panas dan kering.
Di tepi selatan mata air yang juga dijuluki “a pearl north of the Great wall” ini, ada sebuah paviliun dengan pagoda 9 tingkat setinggi 12 meter. Diameter pagoda berkisar 7 meter. Bangunan ini berdiri anggun dan kontras dengan keberadaan mata air        ditengah        gurun  itu.


Bangunan yang dulunya merupakan kediaman raja ini memiliki beberapa ruangan diantaranya adalah Empress Palace (niangniangdian), Dragon Royal Palace (longwanggong), Boddhisattwa Palace (Pusadian), God of Medicine Cave (yaowangdong), Scripture Hall (jingtang), Thunder Spirit Table (leishentai), dan masih banyak lagi.

2.    Red Beach Panjin


Panjin adalah sebuah kota tingkat kabupaten dan kota penghasil minyak utama di Provinsi Liaoning, Cina. Red Beach Area Scenic adalah Cagar Alam Nasional seluas 600.000 Hektar.Burung-burung Langka bisa ditemukan disini.Tempat ini mendapatkan namanya dari warna yang tidak biasa pada Rumput Laut Pantainya yang berwarna merah cerah.
Tempat ini merupakan habitat kunci dan sebuah tempat singgah bagi burung-burung yang bermigrasi pada jalur Asia-Australia Timur. Ada 236 jenis burung tinggal di sini. Di antara mereka, ada lebih dari 30 jenis burung lokal yg dilestarikan dan jenis yang pelestariannya sangat dijaga karena hampir punah, seperti red-crowned cranes, black-mouth gulls dan lain-lain.
Yang menjadikan tempat ini merah adalah Tanaman laut blite. Mulai tumbuh di setiap bulan April atau Mei. Warnanya hijau di awal, dan menjadi merah secara bertahap. Pada bulan September, warna tanaman menjadi merah yang kuat seperti darah, dan mencakup seluruh pantai. Pemandangan pantai yang indah merah muncul hanya di lumpur flat di Panjin. Meskipun tanaman laut blite tumbuh di daerah pesisir lainnya, tanaman tidak bisa menjadi merah pada akhirnya di sana.
Dan inilah Pantai merah itu dan benar-benar bukan hasil rekayasa photoshop :





Belum afdhol kalau ke China nggak mampir di Great Wall (Tembok Besar). Kalo mampir ke tembok besar Cina lebih baik masuk melalui Badaling, coz tempat ini merupakan tempat paling favorit bagi turis untuk melihat tembok besar. Hanya satu setengah jam perjalanan melalui tol dari Kota Beijing. Ada banyak cara memanjat Tembok besar. Bisa berjalan kaki, bisa juga dengan kereta gantung. Agar tidak terlalu lelah lebih baik memilih memanjat dengan cable car atau kereta gantung.
Kabel car kemudian memanjat beberapa bukit dan tibalah pada sebuah pemandangan yang menakjubkan. Bak sebuah naga, tembok ini meliuk-liuk di pegunungan yang memang mengitari dataran Beijing. Konon inilah salah satu bangunan yang bisa dilihat rupanya dari bulan. Panjang tembok ini secara keseluruhan adalah 6500 km. Membentang dari Beijing sampai ke perbatasan Korea Utara. Dibangun 4 abad sebelum masehi, tembok ini didisain untuk pertahanan dari ancaman dari luar ketika itu.
Ada banyak toko soevenir yang menawarkan plakat kepada Anda sebagai tanda bahwa anda sudah pernah memanjat tembok besar China. “I climb the great wall …” begitu bunyi plakat itu. Lalu nama anda akan tertera di sana. Plakat adalah oleh-oleh paling favorit di Badaling. Harganya hanya 65 Yuan.

Becak yang satu ini tampaknya perlu anda coba. Lucu yach becaknya,, xixixiiii ..J
Becak modern

Becak tradisional

Di sini ternyata juga ada pasar malam penjual bahan pangan. Bedanya dengan di Indonesia, Jakarta khususnya, pasar disini rapi dan bersih. Alias pedagangnya gak buang sampah sembarangan. Maklum ada polisi yang mengatur,,hee. Hebat ya, malam - malam polisi di sana masih mengurus ketertiban masyarakat di daerah pasar.


Jangan lupa untuk mampir ke Jembatan paling populer di GuangZhou … Jembatan ini sebenarnya sangat biasa … sungainya pun tak ada yang istimewa. Tapi, demi memancing wisatawan, mereka memoles semua jembatan di sungai ini dengan lampu warna warni yang menawan. Tak hanya jembatan, bahkan dibuat juga kapal kapal wisata berlampu cerah. Saat kapal melintas, maka akan terdengar alunan musik tradisional khas China. Syahdu dan merdu. Hebat!!! Jika malam minggu, daerah jembatan ini ramai sekali (katanya).


Bagi yang gila belanja barang bajakan tapi dengan kualitas bagus, Ya Show adalah sorganya. Yang paling rame adalah di Sanlitun Street, Beijing.
Ya Show memang memuaskan dahaga belanja kita di Kota Beijing. Semuanya ada di sini. Mulai dari celana dalam sampai jam tangan. Ya Show juga untuk semua, dari bayi hingga untuk manula sekalipun. Orang Indonesia yang keranjingan barang branded tapi nggak mau beli yang asli pasti akan memasukkan Ya Show sebagai mata acara utama dalam kunjungan atau tour ke Beijing. Saya memperkirakan ada banyak orang kita yang belanja di sini. Sebab hampir semua penjaga toko di sini bisa berbahasa Indonesia.
Ya paling tidak bahasa Indonesia untuk berdagang. Yao Mi tempat saya membeli soevenir misalnya, bahasa Indonesianya menurut saya bagus sekali. Saya berasa di Glodok, Jakarta ketimbang di Beijing. Yao Mi sangat lancar ngomong Indonesia dengan lafal Indonesia yang sangat baik. Ketika saya tanya mengapa dia bisa berhasa Indonesia, dia mengatakan bahwa ribuan orang Indonesia datang ke sini pada masa liburan sekolah Juni – Juli.
Itu ditambah orang Malaysia yang menurutnya juga berbahasa Indonesia. “Halo apa kabar? Mau beli apa?” itu sapaan yang bisa kita terima dari penjaga toko di Ya Show bila dia melihat tampang-tampang Melayu di sini. Lalu kita langsung bisa berinteraksi dengan melanjutkan bertanya “Berapa harganya” dst. Jangan bengong mendengar tawaran harga para panjaja di Ya Show. Meraka akan tawarkan harga yang setinggi langit, sehingga kita sulit berkutik untuk menurunkannya.
Nggak usah khawatir. Jika mereka menjual dengan harga setinggi-tingginya maka tawarlah serendah-rendahnya. Patokan saya di sini adalah harus lebih rendah harga dari Jakarta atau F.O di Bandung. Contoh, tas koper ukuran 29 inch, ini tas koper paling besar. Penawaran pertama mereka 800 Yuan atau hampir satu juta rupiah. Saya mulai dengan penawaran 100 Yuan.
Mereka akan pura-pura marah, ngomel lah, pakai banting kalkulator lah dan tindakan-tindakan yang membuat kita tidak nyaman. “I kill you, don’t joke” itu ucapan yang biasa mereka lontarkan. Cuek saja. Naikkan harga penawaran 20 Yuan setiap kali mereka bilang “this is the last price”. Akhirnya koper yang di Indonesia berharga 500 ribu itu bisa kita bawa pulang seharga 200 Yuan atau 220 ribu perak.
Begitu juga dengan kemeja, sepatu, dasi dan jam tangan. Semuanya bisa kita banting harganya serendah-rendahnya. Teman saya Akmal yang gila sepatu boot kaget ketika saya bisa menawar sepatu Timber Land yang kalau di Wan Fu Jian (ini tempat belanja elit di Beijing) harganya 1600 Yuan bisa kita beli di Ya Show dengan harga 150 Yuan.
Bagaimana dengan kualitas. Nggak usah khawatir. Di sini banyak kualitas. Mulai dari KW1 hingga KW 3. Asal jeli saja. Lihat bahannya, jahitannya dsb. Kalau rapi ambil saja. Ya Show yang di Sanlitun terdiri dari 5 lantai.

Lantai basement untuk produk tas dan sepatu, lantai 1 untuk pakaian anak-anak. Lantai 2 untuk baju dewasa dan Lantai 3 kerajinan China, produk Sutra dan baju-baju wanita dan lantai 4 adalah jam tangan, elektronik dan food court. Selain di Sanlitun anda juga bisa mengunjungi Ya Show yang di Silk Market. Tapi di sini karena terlalu banyak bule, harga-harganya lebih mahal sedikit. Tapi lebih beragam itemnya dari Ya Show yang di Sanlitun.
Terserah Anda. Kesamaaannya satu kita harus gila menawar, Nah Anda bisa seharian ke sini. Bawa uang 100 USD atau 780 Yuan anda sudah memborong banyak hal. Jangan lupa lakukan tips dari saya: Seni Menawar!

Penulis : Apni Jaya Putra. Bekerja di RCTI, dipekerjakan di PT Sun Television Network. Juga dosen bidang media studies dan broadcasting di beberapa kampus di Jakarta.
makasih ya Pak Apni – Blog Pak Apni : http://apnijepe.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

 

all about girl.. Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare